KERAMBIT SENJATA ASAL MINANG YANG MENDUNIA

by TaftianPIT-PIT KB 2018


Posted on Sun, 11-11-2018 00:48



Kecil namun sangat merusak, kalimat ini cocok disematkan pada kerambit. Mungkin diantara kalian pernah melihat aksi Iko Uwais saat bertarung dengan Cecep Arif Rahman dalam film The Raid 2. Maka kalian akan tahu bahwa senjata yang digunakan adalah kerambit. Bentuknya kecil dan dibuat menyerupai cakar Harimau yang pada zaman dulu banyak hidup di tanah Minang. National Geographic menjulukinya sebagai pisau paling mematikan didunia. dalam literarur barat para lelaki di Indonesia dahulu menggunakan kerambit untuk bertempur pada jarak dekat.

The Rais

 

 

Berdasarkan sejarah tertulis, kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, dan Semenanjung Melayu. Yang kemudian menyebar melalui jaringan perdagangan Asia Tenggara hingga ke negara-negara seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand.

Untuk bisa memainkan senjata pisau kerambit ini, masyarakat Minangkabau memadukannya dengan seni bela diri pencak silat, dengan menggunakan jurus harimau. Hal ini disesuaikan dengan bentuk kerambit. Dan gerakan serta kuda-kuda dalam melakukan serangan terhadap musuh, juga menggunakan gaya-gaya harimau menerkam musuh.

 

 

Berikut beberapa fakta dari senjata Kerambit.

 

1.  Digunakan oleh Tentara AS

Kerambit

Tidak banyak yang tahu, jika pisau kerambit adalah senjata paling berbahaya yang mematikan dan populer di beberapa negara, seperti Australia dan Amerika. Bahkan, di Amerika jenis pisau kerambit diadopsi menjadi salah satu senjata tangan andalan yang digunakan oleh tentaranya.

Dalam klasifikasinya, pisau kerambit dipercaya sebagai senjata paling berbahaya dan mematikan urutan ke dua setelah pistol.

Sabetan kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus

 

 

 

 

2. Memiliki Beberapa Varian

p


Meski secara umum bentuk kerambit adalah sama yaitu melengkung dan memiliki lobang dibagian pegangannya, namun dalam perkembangannya kerambit memiliki beberapa varian. Dari bilah tajamnya terbagai menjadi dua yaitu tajam tunggal dan tajam ganda (double edges).

Sedangkan di Indonesia sendiri, kerambit ada dua yaitu kerambit Jawa Barat dan kurambiak/karambiak Minang. Perbedaannya adalah kerambit Jawa Barat biasanya memiliki lengkungan yang membulat, sedangkan kerambit Minang memiliki lengkungan siku.

Berikut beberapa jenis kerambit di Nusantara:

Kuku Alang (kuku elang), Lawi ayam: Cakar elang/ayam dari Sumatera Barat
Kuku Harimau: Sumatera Barat, Jawa Barat dan Madura
Kuku Bima: Jawa Barat, Jawa Tengah
Kuku Hanoman: Jawa Barat
Kerambit Sumbawa: Pulau Sumba
Kerambit Lombok: Lombok

 

3. Awalnya bukan untuk Pertarungan

Sekarang ini Karambit lebih banyak dipakai untuk combat atau perkelahian. Padahal senjata ini dulu dipakai bukan untuk tujuan semacam itu.

Berdasarkan sejarah orang-orang Indonesia dulu sejata ini dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti para petani, nelayan, pemburu mereka gunakan untuk mempermudah dalam pekerjaan mereka.

Orang-orang biasa menggunakan senjata ini karena sangat membantu dalam melakukan pekerjaan mereka sehari-hari. Bobotnya yang sangat enteng, serta lengkungannya yang unik itu bisa dipakai untuk bebagai fungsi.

Akhirnya senjata ini banyak diadopsi sebagai senjata-senjata pendukung di berbagai jenis bela diri, salah satunya adalah pencak silat. Senjata inipun mulai digunakan dalam jenis bela diri ketika Kerambit sudah populer.

Sumber :

http://www.kursksalvage.com/5-fakta-hebat-karambit-pisau-mematikan-asli-indonesia-yang-pamornya-mendunia/

https://merahputih.com/post/read/pisau-kerambit-senjata-tradisional-minangkabau-yang-diadopsi-tentara-amerika

https://www.kaskus.co.id/thread/5a5f008b1cbfaadc728b4568/kerambit-dilupakan-militer-indonesia-dipakai-us-marshals/

https://www.bintang.com/lifestyle/read/2367261/kerambit-senjata-paling-berbahaya-di-dunia-asal-indonesia

 

Kampung Budaya diikuti 39 Forda dari seluruh Indonesia dengan keunikan budaya masing-masing

11 November 2018 di SAMANTA KRIDA UNIV. BRAWIJAYA


Pencarian
Acara Kita
Copyright © PIT & DDM Kampung Budaya 2018 - Universitas Brawijaya