3 Alasan Mengapa Kita Harus Mencintai Budaya Indonesia

by RoshiPIT-PIT KB 2018


Posted on Fri, 26-10-2018 18:29



Negara Kesatuan Republik Indonesia, atau lebih umum disebut Indonesia, adalah negara yang sangat kaya baik dari segi sumber daya manusia, maupun dari sisi sumber daya alamnya. Nusantara kita terletak di Asia bagian tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa, berada di antara benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Tak hanya itu, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 13.466 pulau yang tersebar di seluruh nusantara.

Keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia juga menjadi salah satu ciri khas mengapa Indonesia begitu dikenal baik di kancah internasional. Mulai dari keberagaman suku, budaya, bahasa, begitu pula agama. Meskipun diversitas tidak dapat dipungkiri, tapi seperti semboyan negara, ‘Bhinneka tunggal ika’ yang memiliki arti ‘Berbeda-beda namun tetap satu jua’, bermakna keberagaman inilah yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Setelah membaca pemaparan singkat di atas, lantas apa saja alasan kita—sebagai pemuda—harus mencintai kebudaya sendiri?

 

1. Budaya Indonesia sering diklaim negara lain

Semenjak zaman dahulu kala, di milenium pertama, leluhur Indonesia berhasil membangun sebuah candi, yang sekarang menjadi candi terbesar dan terindah di dunia, serta menjadi salah satu keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Di milenium kedua, rakyat Indonesia di bawah naungan Kerajaan terbesar di Asia, Majapahit, berhasil menguasai dan menjadi pelaku penting dalam percaturan dunia. Namun, semua kejayaan itu mulai luntur ketika para penjajah mulai datang ke Nusantara Indonesia. Mereka memonopoli segala yang ada di nusantara tanpa rasa iba.

Tidak ingin bukan kebudayaan Indonesia yang dibangun susah payah oleh nenek moyang diklaim negara lain secara paksa? Kasus ini sudah sering terjadi semenjak puluhan tahun yang lalu. Hal ini disebabkan budaya nusantara yang sering dilalaikan dan tidak dijaga dengan baik. Sudah ada beberapa kebudayaan yang berhasil diakui di UNESCO. Meskipun tidak semua, bukankah sudah menjadi tugas kita untuk memelihara keberagaman nusantara?

 

2. Budaya adalah identitas bangsa

Layaknya China yang identik dengan barongsai, warga Jepang yang sering dikaitkan dengan disiplin dan kerja keras, budaya pun memiliki posisi yang sama sebagai jati diri bangsa. Seperti batik atau tempe yang telah dikenal sebagai “ciri khas” Indonesia. Tentu saja hal ini harus dijaga dengan baik agar warisan nenek moyang tetap terlestarikan. Tidak hanya ciri khas negara, tradisi dan budaya seperti seni musik, tarian, permainan, kuliner pun harus kita cintai sebagai cerminan Indonesia yang kaya budaya.

 

3. Budaya memiliki nilai yang tinggi

 

Tahukah kamu bahwa di Inggris, harga sepotong tempe seukuran 800gr dihargai hampir 150 ribu rupiah? Mereka pun rela membayar sedemikian besarnya karena tempe dianggap sebagai makanan mewah di sana, bagi vegetarian. Tidak hanya dari segi kuliner, kain Songket Palembang pun dihargai rata-rata 20 juta setiap potongnya. Di luar dari segi finansial, nilai budaya Indonesia yang beraneka ragam ini juga menarik minat para wisatawan asing untuk mempelajari budaya kita. Orang non-domestik saja tertarik untuk mengenal keanekaragaman warisan nenek moyang; kita sebagai penerus bangsa, harusnya lebih termotivasi untuk mengenali, menjaga, mencintai, dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Tidak perlu langsung berkontribusi dalam hal besar, rajin memakai batik di kegiatan sehari-hari adalah hal kecil yang patut diapresiasi. Cintai, kenali, hargai. Salam budaya!

Kampung Budaya diikuti 39 Forda dari seluruh Indonesia dengan keunikan budaya masing-masing

11 November 2018 di SAMANTA KRIDA UNIV. BRAWIJAYA


Pencarian
Acara Kita
Copyright © PIT & DDM Kampung Budaya 2018 - Universitas Brawijaya