lihat semua

SUMATRA SELATAN BERSATU TEGUH

Tue, 22 September 2020

 

 

Terkenal karena hidangannya yang menjadi favorit sejuta umat, Sumatra Selatan menyimpan sejumlah keunikan lain yang menarik untuk dicek, nih! Yuk kenalan lebih jauh dengan Provinsi Sumatra Selatan!

1. Martabak Har, Hasil Akulturasi Budaya Luar dan Lokal yang Nikmat

Martabak Har

Kulineran di Palembang, tuh engga melulu pempek, model, atau tekwan. Tinggalin sebentar, deh yang mainstream. Kita coba yang agak tersembunyi, meski bagi masyarakat setempat—khususnya Palembang—hidangan ini sudah sangat populer. Martabak Har namanya, hidangan hasil akulturasi dengan budaya India yang sudah ada sejak 1947! Martabak ini beda dengan martabak telur pada umumnya. Kalau biasanya telur, daging, dan daun bawang dikocok lalu digoreng di atas kulit lumpia, Martabak Har menggunakan 2 telur ayam atau bebek langsung dicampurkan ke lumpia. Martabak Har juga ditemani kuah kari yang dicampur kentang dan daging yang menambah warna-warni cita rasanya. Wah wajib banget, deh kita cobain yang otentik di Palembang langsung! Peh ke Palembang! 

https://travelingyuk.com/martabak-har-palembang/72879

https://www.julianadewi.com/2015/07/martabak-har-kuliner-khas-palembang.html

 

2. Palembang, Kota Paling Senior di Indonesia

ini adalah jembatan ampera jaman dulu,, dalam proses perbaikan  bangunan-bangunannya i

Tanggal 17 Juni lalu menjadi ulang tahun Palembang yang 1337, lho! Sobat Budaya udah mengucapkan selamat belum? Sudah lebih dari satu milenium kota ini berdiri, menjadikannya kota tertua di Indonesia. Kalau kita gali informasi dari prasasti Kedukan Bukit, Kota Palembang atau ‘Bumi Sriwijaya’ sudah ada sejak 17 Juni 683 M, lho. Kota ini sudah melalui sejarah panjang dan masih berdiri sampai sekarang dengan berbagai budaya dan landmarknya yang memukau. Beberapa kali juga Palembang ditunjuk jadi tuan rumah sejumlah event olahraga, misalnya SEA Games 2011 dan yang terbaru—pasti Sobat Budaya ingat dong, Asian Games 2018! 

https://nasional.okezone.com/read/2019/09/20/337/2107269/lebih-dekat-dengan-palembang-kota-tertua-di-indonesia?page=2

https://haluan.co/article/masuk-5-kota-tertua-di-dunia-ini-fakta-unik-seputar-sumatera-selatan

https://www.pulsk.com/287496/ini-adalah-jembatan-ampera-jaman-dulu-dalam-proses-perbaikan-bangunanbangunannya-i.html/

 

 

3. Kontur Ekstrem Bukit Selero, Jempolnya Bumi

 

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/2__IMG_0095_edit_Bukit_Jempol_mempunyai_nama_peta_Bukit_Serelo,_bukit_ini_berlokasi_di_Desa_Perangai_yang_berjarak_sekitar_20_km_dari_pusat_Kota_Lahat.jpg

Bentuknya yang paling menonjol sendiri membuatnya dijuluki sebagai Bukit Jempol atau Bukit Tunjuk oleh warga setempat. Terletak di Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, bukit ini tingginya sekitar 900 mdpl. Tidak usah ditanya, pendakian bukit ini tentu menantang. Karena konturnya yang ekstrem ini mengharuskan kamu untuk memanjat tebing curam untuk sampai ke puncaknya. Tapi kalau sudah sampai di puncak, segala kendala pasti langsung sirna deh, dijamin! Pemandangan Lahat yang menenangkan mata, hati, dan pikiran akan mengalihkanmu dari lelahnya pendakian. Ditambah hutan tropis yang mengelilingi, pasti pikiran langsung adem. Buat yang suka wisata alam menantang, masukin ke bucket list, ya!

https://www.pegipegi.com/travel/bukit-serelo-pesona-alam-menantang-di-lahat-sumatera-selatan/

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/bukit-jempol-bukit-unik-di-selatan-sumatera

 

 

4. Meriahnya Perayaan Cap Go Meh Ke Pulau Kemaro

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang Dipadati Ribuan Orang, Ada  Kurban Kambing Hitam - Tribun Sumsel

Sobat Budaya Tionghoa di Palembang, kalau memasuki perayaan Cap Go Meh pada berkunjung ke Pulau Kemaro, engga? Pulau kecil yang letaknya di tengah-tengah Sungai Musi ini menjadi tempat berdirinya Kelenteng Hok Tjing Rio dan pagoda megah setinggi 45 meter, mengunjungi Pulau Kemaro untuk beribadat menjadi tradisi menjelang perayaan Cap Go Meh. Meskipun pulaunya kecil, tapi perayaan Cap Go Meh di sini tentu tidak kecil-kecilan, lho! Berbagai pertunjukan kesenian Tionghoa seperti teater dan musik dipentaskan semalaman suntuk untuk memeriahkan Cap Go Meh. Selain itu, banyak bazar juga semakin menambah semaraknya perayaan di Pulau Kemaro. Hal yang menarik dari pulau ini tuh legenda cinta pangeran Tiongkok, Tan Bun An dan seorang putri bernama Siti Fatimah. Coba cari tau, deh Sobat Budaya! Membacanya cukup mengiris hati, lho. Legenda keduanya juga tertulis di kelenteng Hok Tjing Rio. Kapan-kapan kita baca sama-sama, ya nanti sekaligus menyaksikan semaraknya Cap Go Meh!

https://travel.kompas.com/read/2014/01/29/1112417/Pulau.Kemaro.Legenda.Cinta.di.Bulan.Purnama.Cap.Go.Meh?page=all

https://www.liputan6.com/regional/read/3663821/legenda-pulau-kemaro-tempat-yang-dianggap-sangat-keramat-sekali

https://sumsel.tribunnews.com/2019/02/17/perayaan-cap-go-meh-di-pulau-kemaro-palembang-dipadati-ribuan-orang-ada-kurban-kambing-hitam

 

5. Mutakhirnya Jembatan Ampera Penghubung Ilir dan Ulu 

Jusuf Kalla Suruh LRT Palembang Lebih Cepat - Tirto.ID

Siapa, sih yang engga tau Jembatan Ampera? Jembatan yang diresmikan oleh Letjen Ahmad Yani pada 30 September 1965 ini termasuk mutakhir banget pada masanya. Pertama, panjang jembatan yang mencapai 1.117 m sempat menjadikannya jembatan terpanjang di Asia Tenggara! Selain itu, bagian bagian tengah jembatan ini tadinya bisa naik turun untuk transportasi kapal yang melintasi Sungai Musi, lho! Di tiap menaranya terdapat dua bandul 500 ton untuk membantu proses pengangkatan. Tapi, sejak 1970 fungsi ini ditiadakan karena waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan yang lama ini terlalu mengganggu arus lalu lintas. Ditambah, sudah mulai jarang ada kapal besar yang melintasi Sungai Musi. Sampai saat ini, Jembatan Ampera masih kokoh berdiri menghubungkan masyarakat Seberang Ilir dan Ulu dan sudah menjadi ikon kota Palembang!

https://intens.news/10-fakta-jembatan-ampera-di-palembang-yang-perlu-kamu-tahu/

https://kumparan.com/urbanid/5-fakta-soal-sejarah-jembatan-ampera-di-palembang-1rJqWl78hoP/full

https://tirto.id/jusuf-kalla-suruh-lrt-palembang-lebih-cepat-cU7F

 

6. Pakaian Tradisional yang Bertabur Emas dari Kepala Hingga Kaki

baju adat sumatera selatan

Salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya—kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara—bisa dilihat dari baju tradisional Sumatra Selatan, nih. Dulu, Aesan Gede menjadi baju kebesaran para raja Sriwijaya. Yang jadi ciri khas adalah penggunaan kain songket dan terate—penutup pundak dan dada. Selain itu juga memakai dua selendang sawit yang terbuat dari emas 22 karat dengan ragam hias sulur dan aksen intan ditengah. Untuk aksesoris juga engga kalah mewah. Karsuhun dan kopiah cuplak menjadi mahkota kepala. Untuk ikat pinggang, menggunakan pending yang mengandung emas 20 karat. Ditambah dengan gelang palak ulo dari emas 24 karat bertabur berlian, gelang kecak dari emas 24 karat, gelang sempuru, dan gelang kanu. Untuk laki-laki juga melilitkan sapu tangan dari beludru dengan hiasan dari emas. Wah, mewah banget engga tuh!

http://mahligai-indonesia.com/pernikahan-nusantara/perlengkapan-pernikahan/beda-aesan-gede-dan-aesan-pasangkong-busana-adat-pengantin-palembang-5921

https://bsd.city/review-baju-adat-palembang-aesan-gede-aesan-paksangko/

https://seringjalan.com/pakaian-adat-tradisional-aesan-gede/