lihat semua

LAMPUNG SANG BUMI RUWA JURAI

Tue, 22 September 2020

Provinsi Lampung menjadi salah satu gerbang menuju Pulau Sumatra. Sebagai pintu terdepan, Lampung menyimpan sejuta pesona dan keunikan di dalamnya. Yuk kenalan lebih jauh dengan Provinsi Lampung!

1. Seruit, Hidangan Wajib di Atas Meja di Kala Nyeruit

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2018/12/25/29e815a1-5d89-4f28-bcc1-a2528ee99880.jpeg?w=700&q=90

Pernah mendengar istilah “nyeruit”? Nyeruit berarti “dilakukan bersama-sama” merupakan kebiasaan berkumpul masyarakat Lampung. Hidangan khas Lampung, khususnya Lampung Pepaduan ini menyegarkan banget disantap siang-siang. Seruit ini biasanya disajikan dengan ikan air tawar yang dicampur sambal terasi dan tempoyak. Eh, tapi tempoyak itu apa? Tempoyak ini adalah olahan fermentasi durian—nah tempoyak inilah yang memberi cita rasa asam pada seruit. Tempoyak engga cuma ditemukan di Lampung, tapi di daerah lain juga seperti Jambi, Palembang, dan Bengkulu. Cara bikinnya yang mudah ditambah rasanya yang bikin penasaran, wah kalau ke Lampung wajib kita cicipi hidangan ini ya, Sobat Budaya! 

https://food.detik.com/info-kuliner/d-4357926/lampung-punya-seruit-sambal-ikan-plus-tempoyak-yang-nikmat 

https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/05/03/192431627/nikmatnya-seruit-cita-rasa-asam-manis-pedas-jadi-satu

 

2. Patriotisme Dalam Warna Warni Sakralnya Dramatari Tupping

 

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/Tupping_dalam_budaya_Lampung_saat_ini_merupakan_sebuah_drama_tari_kepahlawanan.jpg

Tupping dalam Bahasa Lampung yang artinya “topeng”. Kesenian ini berkembang di Lampung Selatan khususnya di daerah Kuripan, Canti, dan Kesugihan.  Tupping ditarikan oleh persis 12 orang—tidak boleh kurang atau lebih—menggunakan 12 topeng yang berbeda. Secara historis, nih, kedua belas jenis wajah tupping dianggap punya kekuatan magis dan tidak sembarang orang boleh memakainya. Tergantung daerahnya, syaratnya bisa berupa usia atau garis turunan tertentu. Kesenian ini kini ditampilkan berupa drama tari bertema pahlawan untuk membangkitkan patriotisme. Cerita yang diangkat biasanya tentang kisah heroik pasukan Radin Inten I (1751-1828), Radin Imba II (1828-1834), dan Radin Inten II (1834-1856) dalam melawan kolonial Belanda. Wah menyaksikannya secara langsung di Lampung pasti seru ya, Sobat Budaya! 

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tupping-pesan-patriotisme-yang-bersenyawa-dalam-seni-topeng

https://seringjalan.com/asal-usul-dan-sejarah-tari-tupping/

 

3. Gubernur Termuda di Indonesia ada di Lampung!

BERITA FOTO - Sambutan Perpisahan Ridho Ficardo di Kantor Gubernur - Tribun  Lampung

Saat ini memang Lampung dipimpin oleh Arinal Djunaidi yang menjabat periode 2019-2024. Tapi sebelum itu, Lampung dipimpin oleh seorang gubernur yang menjadi gubernur termuda di Indonesia, lho! Ridho Ficardo namanya, resmi dilantik pada 2014 lalu di usia 33 tahun bersama Wakil Gubernur Lampung Basri oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ridho Ficardo adalah putra asli Lampung yang lahir pada 20 Juli 1980. Di usianya yang masih terbilang muda, ia memberanikan diri maju ke pemilihan gubernur periode 2014-2019 dan berhasil menjadi gubernur ke-9 Lampung! 

https://www.suara.com/news/2014/06/02/174433/mengenal-ridho-ficardo-gubernur-termuda-di-indonesia

https://regional.kompas.com/read/2014/06/02/1452260/Lampung.Resmi.Punya.Gubernur.Termuda.Se-Indonesia

https://lampung.tribunnews.com/2019/06/01/berita-foto-sambutan-perpisahan-ridho-ficardo-di-kantor-gubernur

 

4. Dobelnya Semarak Lebaran Dengan Tradisi Sekura

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/Pesta_sekura_merupakan_bentuk_ungkapan_rasa_syukur_dan_suka_cita_menyambut_hari_kemenangan.jpg

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/Dalam_pesta_sekura,_berbagai_kalangan_berbaur_dan_bersosialisasi_menjalin_kebersamaan.jpg

Sobat Budaya dari Lampung, kalau Lebaran ikut tradisi ini engga? Nah di Lampung, tanggal 1 Syawal biasanya dimeriahkan dengan Tradisi Sekura, yaitu pawai dengan muka yang ditutupi topeng. Sekura sendiri berasal dari kata ‘sekukha’ yang artinya ‘penutup wajah’ atau ‘penutup muka’. Sejarah tradisi ini bermacam-macam—salah satunya menyebut kalau tradisi ini merupakan bentuk asimilasi budaya Hindu dan Islam di Lampung. Sekura ini ada dua jenis, lho! Ada sekura betik dan sekura kamak. Sekura betik mengenakan kostum yang rapi dilengkapi topeng kain dan kacamata, cenderung mencerminkan kebaikan-kebaikan manusia. Kalau sekura kamak mengenakan kostum aneh dan dilengkapi topeng dari kayu, mencerminkan sifat-sifat buruk manusia. Setelah pawai keliling kampung, tradisi ini biasanya dilanjutkan dengan berbagai atraksi tradisional seperti pantun dan panjat pinang. Tradisi Nah kalau Sobat Budaya ikut tradisi ini, mau pakai sekura yang mana, nih?


https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tradisi-sekura-kemeriahan-hari-raya-di-balik-pesta-topeng

 

 

 

5. Menara Siger Menjadi KM 0 Selatan Sumatra

Menara Siger Moleknya Ikon Lampung di Atas Bukit - Lampung

Diresmikan tahun 2008, Menara Siger sudah menjadi landmark kebanggaan di Lampung Selatan. Bentuknya yang unik ini memang diambil dari mahkota pengantin wanita Lampung yang disebut ‘siger’. Didesain oleh Ir. H. Anshori Djausal M.T., arsitek asli Lampung, Menara Siger punya sembilan atap kerucut warna kuning keemasan yang menyimbolkan sembilan Bahasa yang ada di Lampung. Oh iya, menara yang juga menjadi titik kilometer nol selatan Sumatra ini berada di ketinggian 110 mdpl dan menghadap langsung ke Pelabuhan Bakauheni, lho! Jadi kalau Sobat Budaya ke Lampung naik kapal, bakal langsung disambut deh oleh menara ini! 

https://wisatasumatera.com/menara-siger-lampung/

https://www.nativeindonesia.com/menara-siger/

https://ksmtour.com/informasi/tempat-wisata/lampung/menara-siger-moleknya-ikon-lampung-atas-bukit.html

 

6. Taman Nasional Way Kambas

Kenalan Bersama Gajah di Taman Nasional Way Kambas, Yuk! | Pigijo Blog |  Trip on a WHIM

Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Lampung Timur ini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna asli Indonesia yang terancam punah. Lima satwa kunci di sini ada harimau Sumatra (Panthera tigris), badak Sumatra (Diserohinus sumatranus), gajah Sumatra (Elephant maximus sumatranus), beruang madu (Helarctos malayanus), dan tapir (Tapirus indicus). TNWK terbagi jadi tiga Satuan Pengelolaan Taman Nasional (SPTN). SPTN I Way Kanan didominasi dataran rendah dengan kawasan oriental region dan sundaic region. SPTN II Bungur didominasi lahan basah tipe pesisir dan lautan. SPTN III Kuala Penet dijadikan wilayah pemberdayaan masyarakat penyangga sekitar kawasan dengan dua desa binaan. Taman Nasional Way Kambas juga terbuka untuk wisatawan, lho! Asik nih bisa melihat satwa Indonesia di habitat aslinya. Tapi tetap kita jaga, ya kelestarian alamnya!

https://www.antaranews.com/berita/665440/lima-mamalia-besar-satwa-kunci-way-kambas

http://waykambas.org/#

https://blog.pigijo.com/kenalan-bersama-gajah-di-taman-nasional-way-kambas-yuk/