lihat semua

KEPULAUAN RIAU BERPANCANG AMANAH BERSAUH MARWAH

Tue, 22 September 2020

 

Memiliki logat unik dan budaya yang mirip dengan saudaranya di negeri jiran, menjadi warna-warninya Kepulauan Riau! Sebagai masyarakat budaya rumpun Melayu, tentu engga heran kalau provinsi ini bersaudara hingga ke negara tetangga. Yuk kenali lebih jauh Provinsi Kepulauan Riau yang 96% wilayahnya berupa air!

1. Nikmatnya Mi Lendir Makanan Favorit di Kepri

https://i0.wp.com/melayuraya.co.id/wp-content/uploads/2020/02/mie-lendir-768x768-1.jpg?fit=768%2C768

Namanya memang sedikit unik dan mungkin agak meragukan, ya? Eh tapi jangan salah, hidangan ini menjadi salah satu favorit masyarakat di provinsi yang 96% wilayahnya berupa lautan, lho! Yang bikin penasaran kenapa, ya namanya ‘mi lendir’? Jadi, Mi Lendir ini pada dasarnya adalah mi dengan kuah kacang yang kental yang terbuat dari kacang tanah dan ubi. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan taoge, telur rebus, dan potongan cabai rawit. Mi Lendir banyak ditemukan warung-warung dan rumah makan di Tanjungpinang dan Batam. Kalau Sobat Budaya ingin merasakan sensasi asli lokalnya Kepri, wajib mencoba hidangan ini, ya! 

https://www.genpi.co/travel/19578/mie-lendir-panganan-lezat-khas-kepri-yang-wajib-dicoba

http://melayuraya.co.id/2020/02/resep-mie-rebus-kuah-kacang-mie-lendir-khas-kepri/(fotojuga)

 

2. Baju Tradisional jadi Seragam Sekolah Tiap Jumat

My Hometown - - BELS

Namanya Baju Kurung bagi perempuan dan Baju Cekak Musang bagi laki-laki! Di Kepri, sekolah dan instansi pemerintah wajib pakai baju tradisional Melayu tiap Jumat (meski yang laki-laki biasanya tanpa songket). Nah, Budaya Melayu banyak dipengaruhi syariat Islam, lho. Filosofinya, nih ketika memakai baju tradisional Melayu, kita terikat syariat Islam. Jadi hendaknya menjaga kehormatan dan kewibawaan karena itulah penanda orang berakal budi. Yang unik, kita bisa tau status lajang seseorang dari baju ini, lho! Untuk laki-laki jika kain songket di bawah lutut berarti sudah menikah, kalau di atas lutut masih lajang. Untuk yang wanita dilihat dari lipatan kain luar pada Baju Kurung—di kanan berarti sudah menikah, kalau kiri maka masih lajang. Oleh karena itulah seragam sekolah perempuan lipatan kainnya di sebelah kiri! Unik juga ya, Sobat Budaya!

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4132085/mendadak-berbusana-adat-melayu-di-pulau-penyengat 

http://disbud.kepriprov.go.id/pakaian-tradisional-baju-kurung/

https://bellanindathania.weebly.com/blog/-my-hometown(foto)

 

3. Mempelajari Tari Persembahan Sekapur Sirih yang Sudah Seperti Pelajaran Wajib

Sepertinya hampir semua perempuan di Kepri hafal atau paling tidak pernah mempelajari tarian ini saat masih duduk di bangku sekolah. Tarian penyambut tamu terhormat ini terdiri dari 5-9 penari dan salah satunya akan membawa tepak berisi sirih kepada tamu sambil diiringi musik khas Melayu. Biasanya, sih jadi kebanggaan tersendiri kalau terpilih jadi pembawa tepak. Sobat Budaya dari Kepri ada yang pernah menjadi pembawa tepak engga, nih? Oh iya, tepak berisi sirih ini menjadi persembahan kepada tamu yang dihormati untuk dimakan. Kenapa daun sirih, ya? Jadi dulu oleh raja-raja Melayu, daun sirih itu dijadikan simbol memuliakan dan menghormati antar sesama. Sehingga kalau ada tamu yang menolak, akan dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan! 

Putri, M., Asriati, A., & Indrayuda. (2014). MAKNA SIRIH DALAM TARI MAKAN SIRIH DI TANJUNG BATU. E-Journal Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang, 2(2), 61-70.

http://disbud.kepriprov.go.id/tari-persembahan-makan-sirih/

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/memberi-sirih-memberi-hormat (foto)

 

4. Masjid dari Putih Telur di Pulau Penyengat

Peninggalan Berharga di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat - National  Geographic

Iya, engga salah baca, kok. Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat ini menggunakan putih telur dalam campuran bahan bangunannya. Sejarahnya, masjid ini sebenarnya sudah dibangun oleh Sultan Mahmud pada 1803, tetapi masih terbuat dari kayu. Lalu pada tahun 1832 oleh Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman, masjid ini direnovasi. Banyak banget masyarakat yang memberi bantuan; termasuk bantuan makanan berupa putih telur—bahkan sampai berkapal-kapal. Menurut pekerja dari India yang ikut membantu, putih telur bisa dijadikan bahan perekat bangunan di negerinya. Nah jadi supaya engga mubazir, telur-telur ini dipakai untuk bahan perekat bangunan. Kreatif juga ya, Sobat Budaya! Engga nyangka kalau telur dijadikan bahan bangunan semegah ini! 

https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4933352/sejarah-pulau-penyengat-dan-kisah-masjid-yang-terbuat-dari-telur

https://nationalgeographic.grid.id/read/131939128/peninggalan-berharga-di-masjid-raya-sultan-riau-penyengat(foto juga)

 

5. Pulau Tropis Terbaik di Asia Tahun 2012 Ada di Sini!

Picture

Pulau Bawah namanya, letaknya di Kepulauan Anambas yang kaya akan migas alami. Pesona pantai dan laguna yang masih asli dijaga oleh alam menjadi favorit turis untuk snorkeling. Engga heran pulau kecil ini menjadi Pulau Tropis Terbaik di Asia tahun 2012 menurut CNN. Selain Pulau Bawah, seantero Kepulauan Anambas juga menawarkan keindahan alam lain, lho! Jelas, kepulauan ini terdiri dari 255 pulau dan hanya 26 yang dihuni, jadi pesona alamnya masih otentik banget. Salah satunya Air Terjun Temburun di Pulau Siantan. Yang menarik, air terjun ini jatuh langsung menghadap ke pantai tropis yang indah. Banyak banget, nih permata tersembunyi di Kepulauan Anambas!

 

https://www.adventuretravel.co.id/blog/pulau-anambas-kepulauan-tropis-terindah-di-asia

https://edition.cnn.com/2012/04/13/sport/south-east-asia-sailing/index.html

 

5. Infinite Frameworks Studio, Hollywood-nya Indonesia

Infinite Studios Batam Indonesia - Suma - Explore Asia

Siapa sangka pulau kecil ini mempunyai studio film yang sudah menghasilkan film-film kelas internasional? Infinite Frameworks (IFW) Studios terletak di Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau dan telah menghasilkan film-film dan serial seperti Blackhat (2015), Joker Game (2015), Beyond Skyline (2017), Meraih Mimpi (2009), dan Halfworlds (2015). Yang terbaru, film Buffalo Boys (2018) yang dibintangi Pevita Pearce juga digarap di sini, lho! Oh iya, di sini ada studio film dan studio animasi. Dalam kegiatannya, IFW sangat melibatkan masyarakat lokal, lho. Bahkan 80% animatornya orang Indonesia. Sobat Budaya yang ada bakat di bidang animasi, membangun karier di sini bisa jadi pilihan, nih!

https://www.batamnews.co.id/berita-51351-setidaknya-indonesia-punya-studio-film-terbesar-di-batam.html

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20150528075327-220-56191/melongok-infinite-studios-kembaran-hollywood-di-batam/2

https://sumabeachlifestyle.com/rest-and-relaxation-at-turi-beach-in-batam-indonesia/infinite-sudios2/