lihat semua

JAWA TIMUR JER BASUKI MAWA BEYA

Tue, 22 September 2020

 

Kebalikan dari stereotip Pulau Jawa yang halus, Jawa Timur selalu berapi-api sesuai dengan masyarakatnya yang dinamis! Mulai dari perpaduan hidangan yang unik hingga fenomena alamnya yang nyentrik, yuk kenali lebih jauh Jawa Timur!

1. Ludruk, Teaternya Jawa Timur yang Penuh Guyonan

https://www.indonesiakaya.com/uploads/_images_gallery/3__Pertunjukan_ludruk_biasa_mengangkat_tema_kehidupan_sehari-hari_dan_kisah_perjuangan.jpg

Teater penuh guyonan pasti menjadi salah satu favorit orang-orang untuk mendapat hiburan. Jakarta punya Lenong, Jawa Tengah punya Ketoprak, maka Jawa Timur punya Ludruk! Kesenian teater tradisional ini membawakan cerita kehidupan sehari-hari dengan sentuhan komedi atau kritik sosial di dalamnya. Ceritanya yang dekat dengan masyarakat biasa membuat orang-orang gampang relate dengan alur cerita. Tidak jarang, pemain hanya diberi garis besar ceritanya saja sehingga kemampuan improvisasi pemain sangat dibutuhkan. Oh iya, sebelum teaternya dimulai, penonton disuguhkan penampilan solo tari remo, lho! Ada seni tari, musik, dan peran, semua bisa kita saksikan di kesenian ludruk. Seru juga ya, Sobat Budaya! 

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ludruk-kesenian-guyonan-asal-jawa-timur 

http://www.negerikuindonesia.com/2015/07/ludruk-kesenian-tradisional-dari-jawa.html

2. Bukan di Prancis, tapi Kediri: Monumen Simpang Lima Gumul

Monumen Simpang Lima Gumul - Picture of Simpanglima Gumul Monument, Kediri  - Tripadvisor

Indonesia rasa Prancis ya, Sobat Budaya? Memang mirip monumen Arc de Triomphe, tapi ini tuh Monumen Simpang Lima Gumul di Kabupaten Kediri! Monumen megah setinggi 25 m ini dibangun sejak 2003 dan diresmikan tahun 2008. Monumen ini juga terletak di antara 5 jalan persimpangan yang menghubungkan Kediri, Pare, Pagu, Plosoklaten, dan Wates makanya dinamakan ‘Simpang Lima Gumul’. Monumen ini dihiasi oleh 16 relief yang dipahat yang menceritakan sejarah, kesenian, dan kebudayaan Kediri. Disebutkan pembuatan monumen ini terinspirasi cita-cita Raja Jangka Jayabaya, penguasa abad ke-12 yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri. Jalan-jalan sore di sekitar monumen sambil ditiup embusan angin dan menikmati jajanan lokal pasti enak banget ya, Sobat Budaya. Wajib masukin ke bucket list liburan nanti, nih! 

https://www.guideku.com/travel/2018/10/21/111108/sejarah-di-balik-monumen-simpang-lima-gumul-kediri

https://www.merdeka.com/gaya/monumen-simpang-lima-gumul-wisata-indonesia-rasa-luar-negeri-punya-kediri.html

https://www.tripadvisor.com/LocationPhotoDirectLink-g311297-d3262188-i100091299-Simpanglima_Gumul_Monument-Kediri_East_Java_Java.html

3. Uniknya Fusion Hidangan Khas Banyuwangi, Rujak Soto

Resep Membuat Rujak Soto Khas Banyuwangi yang Nikmat, Mudah Kok!

 

Rujak? Soto? Rujak atau soto? Nah di daerah Banyuwangi, Jawa Timur kedua hidangan ini dipertemukan dalam satu mangkuk. Mungkin Sobat Budaya agak skeptis—rasanya gimana, ya? Jadi hidangan ini mempertemukan dua hidangan yang kelihatannya tidak bisa dipersatukan, padahal hasilnya nikmat! Rujak dan soto dalam rujak soto dibuat terpisah. Bumbu rujak dicampur dengan tahu, tempe, kangkung, taoge, cingur, timun, dan lontong. Lalu tuang kuah soto dengan daging di atasnya. Cita rasa masing-masing hidangan yang kuat membuat hidangan ini nagihin! Fusion makanan yang unik ya, Sobat Budaya! Kapan-kapan kita coba, ya! 

https://www.idntimes.com/food/recipe/reza-iqbal/resep-membuat-rujak-soto-khas-banyuwangi/3

4. Mojokerto Salah Satu Kota Termungil Di Indonesia

Ternyata Mojokerto Dulunya Bernama Japan, Bagaimana Ceritanya? - Nusa Daily

Jawa Timur menjadi tempat beberapa kota besar di Indonesia. Tapi ternyata salah satu kota paling mungil di Indonesia juga ada di Jawa Timur, lho! Mojokerto menjadi salah satu kota terkecil dari segi luas wilayah di Indonesia. Luasnya sekitar 8 kali lebih kecil dari Jakarta Selatan. Kota penghasil onde-onde yang menjadi kudapan favorit di Indonesia ini luasnya hanya 16, 47 km2, lho! Kalau kita asumsikan kecepatan rata-rata manusia berjalan itu 5 km/jam, kurang lebih 4 jam kita bisa mengitari kota ini. Wah, kapan-kapan kita jalan keliling Mojokerto ya, Sobat Budaya!

https://kumparan.com/kumparantravel/5-fakta-mojokerto-kota-terkecil-di-indonesia-1553915899494934126/full

https://surabaya.bpk.go.id/kota-mojokerto/#:~:text=Kota%20Mojokerto%20memiliki%20luas%20wilayah,Jawa%20Timur%2C%20bahkan%20di%20Indonesia.

https://nusadaily.com/culture/ternyata-mojokerto-dulunya-bernama-japan-bagaimana-ceritanya.html

5. Pesona Blue Fire yang Cuma Ada Dua di Dunia

Wisatawan melihat Blue Fire atau api biru di dasar Kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (9/8/2016) pagi hari. Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai julukan sebagai Sunrise of Java tersebut mempunyai sejumlah tempat wisata andalan pantai maupun pegunungan dan dikenal hingga mancanegara.

Sobat Budaya tau engga sih kalau fenomena blue fire ini cuma ada dua di dunia? Yang satu di Islandia dan satu lagi di Indonesia! Jadi di Banyuwangi tepatnya di Kawah Ijen, kita bisa menyaksikan langsung fenomena blue fire alami. Fenomena ini terjadi karena hasil reaksi gas sulfur dengan suhu dan tekanan tinggi yang keluar dari gunung lalu bertemu oksigen di udara. Karena banyaknya sulfur yang keluar, jadi seolah-olah lahar yang keluar dari gunung berwarna biru. Nah, kalau Sobat Budaya mau melihat secara langsung, harus mendaki Gunung Ijen dulu, nih. Karena blue fire hanya akan terlihat jelas malam hari, pendakian biasanya dimulai jam 01:00 WIB. Sedikit fun fact tentang Gunung Ijen: pada tahun 2016, Gunung Ijen resmi ditetapkan menjadi Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO, lho! Wah bangga banget, ya!

http://www.banyuwangibagus.com/2013/08/menikmati-keindahan-kawah-ijen.html

https://www.smithsonianmag.com/science-nature/why-does-indonesian-volcano-burn-bright-blue-180949576/

https://travel.kompas.com/image/2019/06/30/180900027/tips-berburu-blue-fire-di-gunung-ijen?page=1

6. Tari Remo yang Guagah Pol!

Mengenal Tari Remo Khas Jawa Timur | infobudaya.net

Gerakan tari ini terkesan gagah, menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran di medan perang. Banyaknya hentakan kaki, sikap kuda-kuda, sampur yang digerakkan keras hingga ekspresi yang tegas sangat memancarkan aura maskulin. Tapi, tarian ini engga eksklusif untuk laki-laki aja, lho. Seiring perkembangan waktu, tari remo asli Jombang, Jawa Timur ini juga ditarikan oleh perempuan. Tapi ada perbedaan dari segi pakaian. Seperti yang sudah disebut, tari remo biasanya menjadi pembuka teater Ludruk. Yang unik, penari memakai gelang lonceng di kaki sehingga dalam gerakannya harus bisa sesuai dan saling melengkapi dengan musik pengiringnya. Karena kalau tidak, tentu akan terdengar berisik dan malah mengganggu. Menantang untuk dipelajari ya, Sobat Budaya!

https://www.garudacitizen.com/tari-remong-jawa-timur/

http://www.negerikuindonesia.com/2015/07/tari-remo-tarian-tradisional-dari-jawa.html

https://www.infobudaya.net/2019/11/mengenal-tari-remo-khas-jawa-timur/