lihat semua

JAWA TENGAH PRASETYA ULAH SAKTI BHAKTI PRAJA

Tue, 22 September 2020

 

Kalau diibaratkan anggota keluarga, mungkin Provinsi Jawa Tengah itu seperti eyang yang kita kunjungi tiap mudik. Bahasa yang halus, makanan yang manis, adat istiadat yang kental bikin siapa pun nyaman dan kenyang kalau berkunjung. Yuk kita kenali lebih jauh!

1. Akulturasi Tiongkok dan Indonesia dalam Nikmatnya Lumpia

Lumpia, jajanan nikmat yang diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia asal Indonesia (foto: Pesona Travel)

Jajanan pasar klasik Indonesia yang engga pernah absen biasanya bakwan, lemper, klepon, risol, dan masih banyak lagi, deh. Salah satu jajanan favorit di Indonesia adalah lumpia khas Semarang. Lumpia menjadi salah satu wujud akulturasi budaya Indonesia dan Tionghoa, bermula dari seorang pedagang Tiongkok, Tjoa Thay Yoe yang datang ke Semarang sekitar tahun 1800 dan menikahi seorang wanita Indonesia, Wasi. Nah sejak itulah lumpia ala Tiongkok dan ala Jawa disatukan. Isinya berubah, yang tadinya mengandung daging babi diganti menjadi daging ayam dan udang. Rasanya yang memadukan asin dan manis dibalut kulit yang digoreng garing, siapa sih yang engga doyan? Salah satu jajanan favorit Nusantara, nih!

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/12/19/kisah-manis-lumpia

https://www.genpi.co/travel/9324/nikmatnya-lumpia-jajanan-yang-diakui-unesco

2. Operanya orang Jawa, Teater Ketoprak

Namanya memang sama dengan salah satu hidangan favorit Indonesia, kalau orang engga tau, mungkin bakal bingung ya, “Kok ketoprak ditonton?” Asal-usulnya nih, kesenian yang berkembang pesat di Jawa Tengah ini dinamai ‘ketoprak’ karena bunyi “keprak” dari kentongan yang digunakan untuk mengumpulkan penonton. Lama-lama, akhirnya disebut menjadi teater ketoprak. Dalam teater ketoprak, cerita yang diangkat biasanya bertema kerajaan berupa cerita rakyat, babad, sejarah, atau legenda dengan diberi unsur komedi di dalamnya. Sambil diiringi musik gamelan, nuansa Jawa klasiknya pasti terasa banget, ya! Sobat Budaya pernah nonton secara langsung engga, nih?

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/ketoprak-seni-perjuangan-masyarakat-solo

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/11/mengulas-sejarah-kesenian-ketoprak  

3. Kampung Batik Laweyan

Bisa dibilang seluruh penduduk Indonesia pasti punya batik dalam bentuk apapun—baju, tas, ataupun bentuk kain polos. Pasti Sobat Budaya juga tau kalau batik sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia. Di Solo, ada Kampung Laweyan yang menjadi salah satu sentra batik tertua di Indonesia. Kampung Batik Laweyan sudah ada sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pajang (berkembang di bawah pemerintahan Kyai Ageng Henis) sampai berdirinya NKRI. Kampung ini tercatat mempunyai 250 motif yang sudah dipatenkan, lho! Kampung Batik Laweyan kini menjadi atraksi turis, nih. Engga cuma batik, tapi keunikan arsitektur dan wisata kuliner juga menjadi daya tarik, lho! Komplit, deh kalau ke sini!

https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/destinations/kampung-batik-laweyan/

https://www.indonesia.go.id/ragam/pariwisata/pariwisata/kampung-batik-laweyan-saksi-bisu-industri-batik-zaman-ke-zaman

4. Pawai Warak Ngendog saat Dugderan

Mitos Warak Ngendog [image source]

Sobat Budaya yang di Semarang, kalau menjelang Ramadhan ikut Festival Dugderan engga nih? Festival ini sudah berlangsung sejak 1882, lho! Nama ‘Dugderan’ ini berasal dari bunyi bedug (dug) dan bunyi mercon (der). Ciri khas festival ini adalah pawai Warak Ngendog—hewan mitologi yang banyak dibuat menjadi patung atau mainan. Warak Ngendog berbentuk menyerupai kambing dan berkepala naga. Di bagian bawahnya, terdapat telur rebus yang nantinya dibagikan ke masyarakat. Hal unik lainnya dari festival ini adalah pembagian roti ganjel rel yang teksturnya agak alot. Yang berhasil mendapatkan roti ini, dipercaya dapat mengatasi kesulitan saat puasa! Ikut festivalnya pasti seru banget, ya!

https://www.boombastis.com/warak-ngendog/82201

https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-dugderan-festival-sambut-ramadhan-ala-kota-semarang.html

5. Langganannya UNESCO

Sejarah – KWRI UNESCO | Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO

 

United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menjadi wadah konservasi warisan dunia, baik itu yang berbentuk benda atau tak benda, alami ataupun buatan manusia. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi penyumbang warisan dunia terbesar, lho! Untuk warisan benda—buatan dan alami—ada 9, dua di antaranya terletak di Jawa Tengah. Untuk warisan tak benda (intangible), ada 10—empat di antaranya dari Jawa Tengah! Kalau disebut satu-satu ada kesenian dan edukasi batik, Candi Borobudur yang menjadi candi Buddha terbesar di dunia, kesenian wayang, senjata tradisional keris, dan situs purbakala Museum Fosil Sangiran!

https://whc.unesco.org/en/list/

https://ich.unesco.org/en/state/indonesia-ID?info=elements-on-the-lists

http://kwriu.kemdikbud.go.id/tentang-kami/sejarah/

6. Kulineran di Pasar Gede

Pasar Gede Hardjonagoro Solo - WISATASOLO.ID: SEWA MOBIL DAN MOTOR DI SOLO

Jalan-jalan sebagai turis tuh memang paling enak kalau kulineran. Untuk mendapat cita rasa otentik, biasanya sih tujuannya ke pasar tradisional. Di Solo tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo, ada Pasar Gede Hardjonagoro yang menjadi tempat berbagai jajanan pasar yang mulai langka! Mungkin sudah terlihat dari arsitektur bangunannya, pasar yang lebih sering disebut Pasar Gede Solo ini menjadi yang tertua di Kota Solo—sudah berdiri sejak 1930, lho! Menjadi sentra kuliner, di sini kita bisa menemukan hidangan khas seperti lenjongan, cabuk rambak, Timlo Sastro, dan Es Dawet Telasih Bu Dermi yang sudah melegenda. Wah, langsung masukin Pasar Gede Solo ke bucket list ya, Sobat Budaya!

https://www.lagilibur.com/2019/09/berburu-jajanan-di-pasar-gede-solo.html

https://wanimbambung.blogspot.com/2019/03/pasar-gede-solo-pasar-tertua-buka-24-jam.html