lihat semua

JAMBI SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Tue, 22 September 2020

 

Mungkin masih banyak nih yang belum terlalu terekspos dengan budaya Provinsi Jambi, padahal banyak banget hidden gem di Jambi! Bagaimana, ya warna-warninya Provinsi Jambi? 

Keliling Indonesia pakai perahu kayu

Sobat Budaya, kenali Jambi lebih jauh, yuk!

1. Pakai Sambal, Pempek Jambi Temen Nyemil di Kala Hujan

RESEP PEMPEK SAMBAL JAMBI - Dapur Zahra

Sobat Budaya bingung, ya, kok pempek di Jambi? Bukannya Palembang? Nah, secara geografis memang kedua provinsi ini tetanggaan, jadi tidak heran kalau tentu ada kemiripan makanan. Tapi beda, nih pempek di Jambi dan Palembang. Dari segi bahannya, pempek sambal tidak menggunakan ikan pada adonannya. Selain itu kalau di Palembang ditemani kuah cuka, sedangkan di Jambi pempek disajikan dengan sambal! Hidangan ini merupakan khas Sengeti Seberang, Muaro Jambi. Pempek sambal sering dijadikan camilan saat hujan. Rasanya yang pedas dengan sedikit sentuhan manis, membuatnya mudah sekali digemari oleh masyarakat umum. Wah dingin-dingin, ditemani teh dan pempek sambal khas Muaro Jambi pasti mantap sekali, ya! Kapan-kapan kita bikin sama-sama, ya, Sobat Budaya! 

https://imcnews.id/kenalan-dengan-si-pedas-gurih-pempek-sambal-jambi

https://food.detik.com/info-kuliner/d-4386883/huaah-pedas-kenyal-pempek-sambal-khas-muaro-jambi

https://www.dapurzahra.com/2018/05/resep-pempek-sambal-jambi.html

 

2. Keindahan dan Legenda di dalam Birunya Danau Kaco 

 

 

 

 

DAnau Kaco Jambi berada di ketinggian 1289 mdpl, hanya saja luas danau tak begitu besar yakni hanya 30 x 30 meter saja, atau 900 meter persegi
 

Lanskap seperti itu rasanya seperti bohongan, ya? Danau Kaco namanya, terletak di Dusun Baru Lempur, Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Danau ini adalah bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)—iya, taman nasional yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia itu, lho! Tapi, danau ini menyimpan legenda yang cukup sedih. Dikatakan kilau warna danau berasal dari intan permata dan harta lainnya milik para pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak, Napal Melintang. Tapi sang raja malah kalap dan akhirnya menenggelamkan putrinya bersama segala harta dari para pangeran. Sejak itulah, danau ini berkilau cahaya biru yang indah. Terlepas dari legendanya, Danau Kaco tentu membuat siapa pun takjub. Perjalanannya tentu akan menantang karena terletak jauh dalam hutan. Tapi sudah banyak kok paket wisata dan pemandu yang akan membantu mencapai permata tersembunyi ini! Sobat Budaya yang suka wisata alam, jangan lupa masukkan Danau Kaco ke bucket list, ya! 

https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/04/11/154128827/menyusuri-legenda-dari-danau-kaco

https://www.nativeindonesia.com/danau-kaco/

 

3. Tengkuluk

http://4.bp.blogspot.com/-281E81C8Mao/Ug2TLp0Kl_I/AAAAAAAAAG0/cff4gLfX63o/s320/1356176272.jpg

Modelnya mirip turban modern ya, Sobat Budaya? Tengkuluk namanya, penutup kepala wanita di Jambi yang sudah digunakan sehari-hari sejak abad ke-7! Tengkuluk ini memang mencerminkan nilai agama Islam di dalamnya, tapi wanita di Jambi sudah lama mengenakan tengkuluk, lho. Sebelum Islam masuk, Orang Kerinci sudah memakai penutup kepala sejenis sebagai pelindung kepala dan penanda status sosial. Sekarang, kurang lebih ada 98 jenis tengkuluk di Jambi, lho! Yang unik nih, sama seperti baju tradisional Kepulauan Riau, kita bisa tau status lajang seorang wanita dari juntaian kainnya—kalau di kanan artinya sudah menikah, kalau kiri berarti masih lajang!

 

https://www.indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/uniknya-kuluk-beselang-mertuo-penutup-kepala-khas-perempuan-jambi

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3656552/mengenal-tekuluk-penutup-kepala-khas-perempuan-jambi

http://andragbfm.blogspot.com/2013/08/tengkuluk-simbol-keluhuran-budi-wanita.html(foto)

 

4. Orang Rimba: Suku Anak Dalam Guardian Hutan di Jambi

https://www.tnbukitduabelas.id/sites/default/files/styles/full-content/public/field/gallery/service/orang-rimba-1.jpg?itok=clUjiabm

Orang Rimba termasuk ke dalam beberapa suku yang dirujuk dalam sebutan Suku Anak Dalam di Jambi selain Batin Sembilan dan Talang Mamak. Hidup berdampingan langsung dengan hutan Sumatra yang menyediakan segala kebutuhan, konservasi hutan menjadi perhatian serius Orang Rimba. Beberapa contohnya adalah larangan keras menebang pohon yang punya arti penting bagi komunitas adatnya. Ada pohon sialang, sebutan pohon yang ada sarang lebah penghasil madu; benuaron, istilah untuk area yang banyak ditumbuhi pohon buah-buahan yang tumbuh secara alami; sentubung budak, pohon yang dijadikan penanda kelahiran bagi anak Orang Rimba; dan tata ruang tradisional seperti pasoron, tanah bedewo, dan paranokan yang sangat amat dilarang diubah menjadi lahan kebun. Wah, peran Orang Rimba dalam konservasi hutan besar banget ya, Sobat Budaya! 

https://warsi.or.id/orang-rimba-kubu-dan-suku-anak-dalam-sad/

https://www.tnbukitduabelas.id/orang-rimba

 

5. Merayakan Pentingnya Sungai Batanghari dalam Sejarah: Festival Budaya Batanghari

Festival Batanghari Masuk Agenda Wisata Nasional

Menghadiri festival ini, kita bisa merasakan betapa bangganya masyarakat sekitar sekaligus masyarakat Indonesia dengan budaya dan sejarah yang dikandung Sungai Batanghari. Jelas, dalam buku-buku sejarah aja sudah dijelaskan kalau sungai ini memegang peran penting untuk perdagangan antar negara pada zaman kerajaan Hindu-Buddha—satu contohnya aja, Kerajaan Sriwijaya. Ada tiga rangkaian utama di festival ini: parade 99 tengkuluk (penutup kepala perempuan khas Jambi) yang diikuti oleh 1000 perempuan; ada ketek race, lomba balapan perahu kecil bermesin; dan terakhir, ada lomba ketek odong-odong, yaitu menghias perahu kecilnya seindah mungkin. Ditambah lagi ada banyak bazar yang semakin meramaikan festival ini. Seru banget, nih kalau datang langsung ke festivalnya! 

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180907154625-269-328547/festival-sungai-batanghari-daya-tarik-wisata-jambi

https://www.beritasatu.com/gaya-hidup/512399-festival-batanghari-masuk-agenda-wisata-nasional

 

6. Masjid Seribu Tiang

Masjid Seribu Tiang

Dari namanya mungkin sudah ketauan, ya apa keunikan masjid yang berlokasi di Kecamatan Legok, Jambi ini. Masjid ini dihiasi oleh banyak sekali tiang-tiang penyangga. Memang engga sampai seribu sih, tapi masjid yang bernama Masjid Agung Al-Falah ini mempunyai 256 tiang, lho! Di dalam masjid terdapat tiang yang dibalut tembaga yang memberi kesan antik dan megah. Masjid yang berdiri di lahan bekas Istana Kerajaan Melayu Jambi ini sekarang jadi tujuan wisata religi di Jambi. Desain masjid yang dibangun tanpa sekat dan pintu membuatnya dipenuhi hawa yang adem dan nyaman. Salat di Masjid 1000 Tiang ini pasti tenteram banget ya, Sobat Budaya!

https://travelingyuk.com/masjid-1000-tiang/132089

https://kumparan.com/jambikita/agung-al-falah-masjid-1-000-tiang-ikon-wisata-religi-jambi-1rUsremeqKm/full

http://www.triptrus.com/destination/2230/masjid-seribu-tiang