lihat semua

BALI DWIPA JAYA

Tue, 27 October 2020

 

Provinsi Bali sudah menjadi salah satu permata Indonesia yang terkenal di seluruh dunia. Provinsi sekaligus pulau ini mempertemukan budaya agama Hindu dan modernitas dalam satu tempat, menghasilkan keindahan yang kita kenal sebagai Bali. Yuk kenali lebih jauh warna-warninya Bali!

  1. Anjing Kintamani, Anjing Ras Asli dari Bali

Mungkin Sobat Budaya yang kurang tau akan mengira anjing ras ini campuran ras chow chow, samoyed, atau akita inu. Tapi anjing ini adalah ras asli Indonesia, tepatnya dari Desa Sukawana, Kintamani, Bali! Bulunya yang tebal sebagai bentuk adaptasi terhadap daerah Kintamani yang termasuk daerah dataran tinggi sekitar 1700 mdpl. Anjing kintamani juga sudah tercatat dalam Federasi Kinologi Internasional (FCI) sebagai anjing trah dunia ras asli Indonesia, lho! Ciri umum anjing kintamani adalah telinganya tebal, berdiri membentuk V terbalik dan ujungnya kecokelatan, matanya lonjong seperti almon, moncong kuat dan proporsional, ekornya yang bersurai dan agak melingkar, serta kakinya yang panjang dan lurus. Lucu, ya anjingnya! Jadi ingin pelihara juga! 

https://interaktif.kompas.id/baca/anjing-kintamani/ 

https://www.kintamani.id/anjing-ras-kintamani-anjing-asli-bali-yang-lucu-dengan-penampilan-mirip-siberian-husky-006951.html

  1. Megahnya Patung Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan rampung dibangun setelah 28 tahun lamanya. Jerih payah pembangunan selama hampir tiga dekade ini terbayar karena patung ini menjadi yang tertinggi ketiga di dunia, lho! Patung karya I Nyoman Nuarta ini berdiri setinggi 121 m dan yang menarik lagi, seluruh permukaan patung dipahat secara manual dengan mendatangkan ratusan seniman bahkan beberapa dari luar negeri! Patung megah ini menggambarkan wujud Dewa Wisnu menaiki Burung Garuda. Dewa Wisnu dalam ajaran Hindu adalah dewa pemelihara alam semesta sehingga patung ini menyampaikan makna misi penyelamatan lingkungan alam dan kearifan lokal. Wah indah banget ya, Sobat Budaya!

https://kumparan.com/kumparantravel/mengintip-fakta-menarik-di-balik-megahnya-garuda-wisnu-kencana-1542358890239620802/full

https://www.pegipegi.com/travel/wajah-baru-garuda-wisnu-kencana-bali-setelah-28-tahun-dibangun/ 

  1. Tol Terapung Pertama di Indonesia

Jalan tol pertama di Bali terbilang cukup unik. Jalan Tol Bali Mandara dibangun di atas permukaan lautan dan menghubungkan 3 komponen utama wisata di Bali: Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Bandara Internasional Ngurah Rai. Jalan tol ini dibangun sejak Maret 2012 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 23 September 2013.  Oh iya, yang bikin bangga, pembangunan jalan tol terapung pertama di Indonesia ini sepenuhnya menggunakan material dan teknologi dari dalam negeri! Terdapat CCTV dan alat pemantau angin 24 jam untuk mengamati besarnya kecepatan angin. Hal ini penting karena jalan tol ini dibangun di atas perairan, sehingga riskan dengan angin kencang. Kalau angin terpantau mencapai kecepatan 40 km atau lebih, maka jalan tol ditutup sementara. Selain itu, berbeda dengan jalan tol pada umumnya, jalan tol sepanjang 12.7 km ini menyediakan jalur bagi pengendara motor, lho. Batas kecepatan motor ditetapkan 25-40km/jam. Mengendarai motor di jalan tol di atas laut, bagaimana, ya sensasinya?

https://www.kintamani.id/fakta-unik-jalan-tol-bali-mandara-jalan-pertama-di-pulau-dewata-bali-008174.html https://ekonomi.bisnis.com/read/20200625/45/1257536/trans-jawa-menyambung-ke-bali-ini-5-ruas-tol-baru-di-pulau-dewata

  1. Perang Puputan, Tradisi Perang Titik Darah Penghabisan Rakyat Bali

 

Perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan wilayahnya dari penjajahan sepertinya jarang dibahas, padahal rakyat Bali punya tradisi perang yang bukan main-main—perang puputan. Perang puputan berarti perang sampai titik darah penghabisan, sampai mati, berani mati. Tradisi puputan tidak hanya bagi prajurit kerajaan, tapi seluruh lapisan masyarakat yang ikut. Perang puputan biasanya diumumkan ketika mereka menyadari kalau kekuatan musuh jauh lebih besar, sehingga strategi yang bisa dilakukan adalah melawan habis-habisan dan tidak akan menyerah ke tangan musuh tanpa perlawanan. Sebelum perang, tiap orang wajib sembahyang ke pura untuk mohon diri (Mapamit) pergi ke alam baka. Dalam sejarah tercatat 5 kali perang puputan terjadi: Puputan Jagaraga (1846), Puputan Kusamba (1849), Puputan Badung (1906), Puputan Klukung (1908), Puputan Margarana (1946) yang menewaskan I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pasukannya.

https://www.aboutbali.beritabali.com/read/2011/08/17/201107020287/sejarah-5-perang-puputan-di-bali

https://www.minews.id/kisah/fakta-perang-puputan-dan-tetes-darah-penghabisan-i-gusti-ngurah-ra

 

  1. Provinsi dengan Hari Libur Terbanyak

Sobat Budaya juga pasti sudah tau kalau Bali—yang mayoritas masyarakat beragama Hindu—punya banyak festival-festival adat dan keagamaan. Karena hal inilah Bali menjadi provinsi dengan hari libur terbanyak di Indonesia! Total ada 21 hari libur di Bali meliputi Hari Raya Galungan, Kuningan, Nyepi, Pagerwesi, Saraswati, Sirawatri, Tawur Kesanga, Ngembak Geni, dan Upacara Pujawali. Seluruh masyarakat Hindu akan libur pada hari-hari itu dan fokus pada kegiatan agamanya. Banyak juga, ya liburnya. Sobat Budaya yang tiap tahun suka mencari tanggal merah, pindah ke Bali sepertinya pilihan yang tepat!

https://www.tripzilla.id/fakta-unik-bali/10243

https://www.balitoursclub.net/fakta-tentang-bali-yang-jarang-diketahui-orang/

 

  1. Kaja, Kelod, Kangin, Kauh dan Filosofi Arah Mata Angin Bali

Secara sederhana, kaja berarti utara, kelod berarti selatan, kangin berarti timur, dan kauh berarti barat. Nah yang mungkin agak membingungkan, arah mata angin ini tidak selalu menunjuk ke arah yang sama di Bali. Umumnya, arah yang dianggap sebagai utara adalah arah gunung, sementara arah selatan adalah arah laut. Jadi, ke mana sebenarnya arah kaja dan kelod tergantung Bali di mananya secara geografis. Yang menarik juga, kaja-kelod dipakai dalam tata rumah dan desa. Hal-hal suci seperti pura diletakkan di arah kaja-kangin, sedangkan hal-hal biasa seperti pemukiman diletakkan di kelod. Nah terkait penempatan pura, Pura Desa diletakkan di arah kaja sedangkan Pura Dalem (pura yang berhubungan dengan kematian) ditempatkan di arah laut. Selain itu, kangin-kauh juga bermakna ngobrol ringan dalam hubungan antar manusia. Makanya, mungkin juga engga jarang kalau orang Bali bilang “Cuma ngobrol kangin kauh” yang artinya cuma bincang-bincang biasa dengan topik yang ringan!

https://www.nusabali.com/berita/13660/kaja-kelod-kangin-kauh

https://www.aboutbali.beritabali.com/read/2018/07/29/201807290014/kaja-kangin-sebagai-konsep-hulu-masyarakat-bali/